Project Calender

haloo teman - teman
oh y saya mau share sedikit nih kebutulan habis garap Project Calender
sapa tau ada yang terinspirasi hhe

langsung ja ye gan

Calender Dinding 

Opsi 1





Disini saya main warna kuning tp buat halaman selanjut bakal beda jadi tiap bulan warna berbeda tetapi pola nya tetap sama . Oh y kenapa saya main pola dengan itu ? coba liat lg seperti membentuk huruf S bukan ? 

Opsi 2 




Kalou ini main di warna ungu ( Warna janda ) klou ini saya mengikuti warna awan pada background foto itu soalnya dominan warnya dan biar klop gtu bukan karena saya suka janda yee . Halaman selanjutnya juga mengikuti warna yang dominan yang ntar mau dipake buat background gitu .





Calender Meja 

Cover 


Cover nya main warna Ungu ngikutin warna dari logo + produk" nya . 

Hal Bulan Jan - Dec



Klou ini saya main di pattern sama shape . Bulan Jan sampai Dec sama cuma ganti foto produk + Foto background nya .



Sekian Terima Kasih .

0 komentar:

Teknik Fotografi Foto Low Light



Sebelum kita mempelajari teknik ini lebih lanjut, ada baiknya kita mengetahui apa itu pengertian tentang low light. Low light itu adalah saat mata kita masih bisa melihat obyek dengan baik (dengan pencahayaan yang ada) namun intensitas cahayanya terlalu rendah untuk kamera bisa menggunakan speed tinggi.


Berikut ini contoh foto Low Light :









































.


































Foto-foto Low-Light kadang tampak rumit untuk ditiru, padahal sebenarnya relatif cukup mudah untuk dilakukan. Sobat bisa mencoba beberapa project foto dibawah ini di dalam rumah atau berkeliling kota dimalam hari.










1. CITYSCAPES

Cityscapes yang menarik bisa Sobat jumpai setelah matahari tenggelam. Cahaya-cahaya terang di jalanan serta gedung tentu menjadi penerangan utama. Sobat bisa mencari tempat memotret yang cocok, ya... mungkin di sebrang sungai atau di atas jembatan. Gunakan Shutter Speed lambat untuk merekam ambient light dan pastinya Sobat harus menggunkan Tripod agar foto kalian bebas shake. Sobat bisa mencoba untuk memperlihatkan komposisi kontras cahaya kota dengan langit malam hari, dan carilah elemen yang bisa menjadi daya tarik, seperti: cahaya yang terpantul di atas air.



2. FOTO SILUET

Membuat siluet sebuah subyek pada saat matahari tenggelam bisa menjadi satu cara menampilkan sense misterius serta drama pada foto-foto Low-Light. Carilah subyek yang kalian anggap menarik dan memiliki karakter bentuk yang kuat seperti: pohon, manusia, kapal. Pastikan juga bahwa sumber cahaya berada di belakan subyek foto kalian. Cara paling mudah untuk mendapatkan foto siluet menggunakan mode Auto adalah dengan mengarahkan fokus ke arah langit dan tekan separuh tombol shutter, komposisikan ulang dan kemudian tekan tombol shutter sepenuhnya untuk pengabilan gambar. Cara ini akan memastikan Sobat memprioritaskan exposure pada bagian langit, dan bukan pada subyek foto. Jangan lupa untuk mematikan flash kamera.


3. TERANGI OBYEK DENGAN SENTER

Memotret sebuah obyek tanpa ada cahaya matahari atau lampu sama sekali ternyata masih memungkinkan loh.. Gunakan cahaya yang berasal dari senter atau obor untuk menerangi subyek foto kalian. Percayalah, teknik ini benar-benar menyenangkan dan layak untuk dicoba.

Carilah sebuah scene yang cukup gelap, baik itu outdoor atau indoor dengan tirai yang tertutup, serta subyek yang ingin anda potret. Gunakan shutter speed paling lambat yang kamera kalian bisa. Pasang kamera kalian diatas tripod atau permukaan yang stabil dan gunakan mode self-timer atau gunakan remote shutter release untuk menghindari camera-shake.

Sekarang lepas shutter, kemudian bergegaslah melukis atau menerangi obyek dengan cahaya senter. Anggap saja Sobat sedang menggambar bentuk dan garis-garis obyek dan mewarnainya dengan senter. Sobat sebisa mungkin menggunakan pakaian gelap dan tetaplah bergerak pada saat melukis/menggambar obyek tersebut. Awalnya akan terasa cukup rumit, tetapi dengan beberapa pengambilan gambar serta ujicoba, Sobat pasti akan mendapati hasil yang kalian inginkan.


4. LIGHT TRAILS

Foto light trails menunjukan gerakan kendaraan di jalan raya saat malam hari, dan hal ini bisa menjadi peluang foto yang cukup menarik. Carilah tempat di sisi sebuah jalan raya yang ramai kendaraan berlalu-lalang, dan arahkan kamera ke jalan raya. Gunakan mode Shutter Priority dan pilih shutter speed paling lambat. Pasang ISO paling rendah sehingga Sobat dengan mudah menggunakan shutter speed lambat tanpa menghasilkan foto yang over exposure.

Pasang kamera diatas tripod atau permukaan yang rata dan stabil unutk menghindari hasil foto yang blur. Gunakan juga mode self-timer atau remote shutter release. Sebagai tambahan, Sobat bisa gunakan tool Dodge pada saat post-production untuk meningkatkan kecerahan light.


5. LIGHT PAINTING

Hampir sama dengan penjelasan nomor Tiga, Sobat juga bisa menggunakan sebuah senter atau lampu led untuk melukis sebuah bentuk. Pasang kamera kalian di tempat gelap atau malam hari, dan pasang di sebuah tripod atau permukaan yang rata serta stabil. Gunakan mode Shutter Priority dan pilih shutter speed (setidaknya Dua detik, tetapi tetap tergantung pada lamanya Sobat menggambar dengan senter/led). Gunakan self-timer atau remote shutter release. Ketika shutter terbuka (saat pemotretan), gambarlah apapun yang Sobat inginkan di udara menggunkaan senter atau led.



Tips Foto Low Light Untuk Objek Bergerak

Untuk objek bergerak, mengambil foto dalam kondisi low light cukup sulit. Tapi ada beberapa tips agar memperoleh hasil yang maksimal.


Gunakan Lensa Bukaan Lebar

Bisa dibilang ini cara yang paling umum dan paling baik. Dengan bukaan aperture yang lebar, anda dapat meningkatkan speed shutter nantinya. Dengan demikian, anda dapat menciptakan foto yang lebih tajam, dan tidak blur karena pergerakan objek. Misalkan saja lensa dengan bukaan 1.8, atau bahkan 1.4. Namun kelemahannya adalah pada sisi harga. Lensa berbukaan besar relatif mahal. Namun jika anda tidak masalah dengan harga, cara ini bisa dibilang paling pantas dicoba.


Gunakan ISO Tinggi

Jika anda masih merasa kurang mendapat shutter speed yang mumpuni untuk mereka objek bergerak saat kondisi low light, maka anda dapat meningkatkan ISO kamera anda. Beberapa kamera sudah mampu menggunakan ISO tinggi, tanpa menimbulkan noise pada foto. Jadi anda dapat menggunakan cara ini, sampai pada titik dimana noise masih bisa anda terima.


Gunakan Lampu Flash

Cara ini sebenarnya cukup efisien untuk mengambil foto objek bergerak saat low light. Namun ada beberapa tempat dimana lampu flash tidak diperkenankan. Sebut saja di gedung – gedung pertunjukan, konser, atau acara – acara lainnya.



Foto Low Light Untuk Objek Tidak Bergerak

Jika objek yang akan anda ambil adalah benda mati atau tidak bergerak, sebenarnya lebih mudah. Tips diatas juga bisa diterapkan untuk mengambil foto objek tidak bergerak. Selain itu, anda dapat menggunakan lensa atau kamera yang memiliki image stabiliser (IS atau VR). Saat ini, stabiliser lensa dan kamera sudah mampu meredam shake pada kamera dengan speed yang cukup rendah.


Namun jika anda ingin mengambil foto low light dengan speed yang sangat lambat, maka penggunaan tripod sangatlah penting. Tripod akan membuat kamera anda lebih kokoh dan kurang getaran (shake), sehingga foto yang dihasilkan dapat lebih tajam lagi.


Itulah beberapa tips mengambil foto dalam kondisi low light. Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Macam - Macam Jenis Foto

Di sini saya akan memberitahukan sekaligus menshare hasil jepretan saya dan apa saja macam-macam jenis foto dalam fotografi
Ada berbagai banyak jenis foto di sini saya akan mensahre sebagian kecil jenis-jenis tersebut

Camera : Canon EOS 1100D
Lokasi   : Ancol , Danau Cipondoh 

1.Human Interest 


Lens Aperture  F 5.7
Focal Length    49 mm
F-Number        F5.6
Exposure Time  1/320 sec
ISO                   640
Shutter Speed    1/332 sec


Lens Aperture  F 5.7
Focal Length    55 mm
F-Number        F5.6
Exposure Time  1/1000 sec
ISO                   3200
Shutter Speed    1024 sec

2. Foto Nature dibagi 3 Fauna ,Flora dan Landscape

Fauna 

Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/125 sec
ISO                  100
Shutter Speed    128 sec

Flora 

 Lens Aperture  F 5.7
Focal Length    55 mm
F-Number        F5.6
Exposure Time  1/1000 sec
ISO                  3200
Shutter Speed    1/1024 sec




Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/400 sec
ISO                  100
Shutter Speed    1/395 sec





Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/1250 sec
ISO                  100
Shutter Speed    1/1328 sec


Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    23 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/3200 sec
ISO                  3200
Shutter Speed    1/3158sec


Lens Aperture  F 5.7
Focal Length    51 mm
F-Number        F5.6
Exposure Time  1/250 sec
ISO                  800
Shutter Speed    1/256 sec

Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/250 sec
ISO                   800
Shutter Speed    1/256 sec

Landscape 

Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/4000 sec
ISO                  200
Shutter Speed    1/4096 sec

Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/4000 sec
ISO                   200
Shutter Speed    1/4096 sec





Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/4000 sec
ISO                  320
Shutter Speed    1/4096 sec

3.Stop Action


 Lens Aperture  F 4

Focal Length    24 mm
F-Number        F 4
Exposure Time  1/1600 sec
ISO                  500
Shutter Speed    1/1579 sec


Lens Aperture  F 3.5
Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/500 sec
ISO                  6400
Shutter Speed    1/512 sec




Lens Aperture  F 5
Focal Length    45 mm
F-Number        F 5
Exposure Time  1/500 sec
ISO                   6400
Shutter Speed    1/512 sec



Lens Aperture  F 3.5

Focal Length    18 mm
F-Number        F3.5
Exposure Time  1/500 sec
ISO                  6400
Shutter Speed    1/512 sec

Bonus





Lens Aperture  F 4
Focal Length    28 mm
F-Number        F 4
Exposure Time  1/1600 sec
ISO                   200
Shutter Speed    1/1579sec




Lens Aperture  F5.7
Focal Length    56 mm
F-Number        F5.7
Exposure Time  1/320 sec
ISO                  6400
Shutter Speed    1/332 sec

Dan itu sebagian kecil dari jenis-jenis Foto dalam fotografi , sekian terimakasih . 


1 komentar:

Memotret Dengan Camera Hp , Why not ?

Banyak sekali pandangan yang salah terhadap seni , sebutlnya seni bisa diciptakan dimana saja oleh sapa saja dengan alat apapun jadi kita bebas mengekspresikan diri kita yang penting bebas dah..

kalau di dunia fotografi ? apakah harus menggunakan alat-alat yang mahal untuk menjadi seorang fotografer? tidak juga yang terlebih penting adalah taste yang kita dapat itu sendiri , di sini saya akan men share foto-foto hasil jepretan kamera hp saya walaupun tidak bagus amat tapi lumayan lah
*Alat perang -BB Monza
                     -sedikit olahan dari photoshop seperti brightness d'll

*Lokasi        Ancol

okay gak pakai capcay lagi langsung di liat yee





  oke sekian Terimah kasih , Nantikan Update nya ..

1 komentar:

Mengatur cahaya photo dengan Photoshop agar realitis

Mengatur cahaya photo dengan Photoshop – Tutorial kali ini saya akan membahas cara memperbaiki foto atau dalam bahasa photography biasa kita sebut dengan retouch. disini saya tidak akan membahas definisi rinci dari retouch karna sangat luas maknanya. Namun saya akan menjelaskan teknik dari retouch/memperbaiki foto dengan memaksimalkan fungsi dari bawaan adobe photoshop yaitu camera raw dan adjustment layer tanpa harus menseleksi bagian-bagian tertentu
Mungkin sebagian ada yang sudah tahu dan sering menggunakan adobe camera raw, namun banyak juga yang jarang bahkan tidak pernah menggunakan fitur adobe camera raw ini, apabila anda mengetahui dari fungsi dari  adobe camera raw sangatlah banyak keuntungannya, dari mulai skin tone, membalikan cahaya, mempertajam foto hingga menghaluskan foto dan masih banyak lagi. Bisa di bilang adobe camera raw ini hampir mirip dengan  Adobe light room, menurut saya fitur ini sangat cocok bagi anda yang suka editing photography.langsung saja…
1. Siapkan foto yang akan kita edit.
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
2. HASIL retouch menggunakan adobe camera raw dan Adjustment layer
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
3. Buka photoshop klik file lalu open as atau dengan menekan di keyboard ALT+SHIFT+CTRL+O
4. rubah pengaturan open as menjadi camera raw seperti terlihat pada gambar.
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
5. Seperti terlihat pada gambar ada beberapa pengaturan yang bisa kita rubah sesuai keinginan kita.  atur semua pengaturan seperti terlihat pada gambar. note: pengaturan tersebut tidak harus sama dengan yang terlihat pada gambar, semua tergantung foto  yang akan kita edit
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
6. atur pengaturan kurva gelap terang sesuai keinginan
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
7. Nah untuk point ini kita bisa mengatur warna saturasi yang akan kita naikan dan kita turunkan seperti warna pada rumput, langit, baju hingga warna kulit.
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
8. atur sesuai sesuai keinginan kegunaan hampir sama dengan point. 7
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
9. untuk point ini juga sama kegunaannya dengan point 7 dan 8 atur sesuai keinginan. Setelah selesai lalu open image ( bisa juga kita simpan hasil pengaturan tersebut dengan save setting, apabila ada beberapa  foto yang sama yang akan kita edit kita tinggal load hasil dari settingan tersebut)
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
10. Lalu kita sempurnakan hasil dari pengaturan adobe camera raw dengan menggunakn adjustment layer seperti  terlihat pada gambar. begitupun untuk point point selanjutnya.
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
11. Selective Color atur sesuai keinginan disini saya ingin menaikan saturasi dari rumput
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
12. Gunakan teknik masking untuk menseleksi bagian yang ingin dibuat terang dan gelapnya saja menggunakan brush seperti terlihat pada gambar.
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
13. Brightness/contrast
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
14. disini saya menggunakan Selective Color untuk menaikan kembali saturasi rumput.
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
15. Vibrance disini untuk menyeimbangkan warna keseluruhan pada foto atur sesuai keinginan
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
16. Gradient fill dengan mode blending Overlay seperti terlihat pada gambar.
 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
17. Finishing curve. SELESAI

 Mengatur cahaya photo dengan Photoshop
(sumber: photoshop.net)






0 komentar:

Template by Clairvo Yance
Copyright © 2012 - Cardinal Desain - and Blogger Themes.